SURAT IBRANI 1 AYAT 1-14
IBRANI 1 AYAT 1-14
SURAT KEPADA ORANG IBRANI
Pada pasal pertama surat ini tidak diketahui persis siapa Penulis surat ini, dan banyak orang bertanya-tanya sejak lama apakah Paulus yang menulisnya atau mungkin salah satu rekan kerjanya seperti Barnabas atau Apolos. Tapi sebetulnya kita tidak tahu persis siapa penulis dari surat ini.
Di pasal dua kita menemukan bahwa si Penulis memiliki hubungan langsung dengan para murid yang berada di sekeliling Yesus, sehingga kita tahu bahwa surat ini didasarkan pada pengajaran para rasul-rasul pada waktu itu.
Kita tidak tahu siapa penerima surat ini bahkan dimana mereka tinggal? Tetapi si Penulis sangat mengenal mereka dengan baik, dan Dia mengganggap bahwa mereka memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang kitab perjanjian lama. Khususnya jalan cerita dari lima kitab pertama Alkitab atau kitab Taurat, tentang bagaimana keluarga Abraham menjadi bangsa Israel, bagaimana Musa memimpin mereka keluar dari perbudakan Mesir ke Gunung Sinai dimana mereka menerima hukum Taurat dan mengadakan perjanjian dengan Allah, mereka membuat kemah suci dimana para imam mempersembahkan korban sembelihan, dan berjalan melewati padang gurun menuju tanah perjanjian. Si penulis beranggapan bahwa para pembaca tahu dengan detail kisah-kisah ini. Sehingga kemungkinan besar pembacanya berasal dari Kristen Yahudi, dari situlah nama surat ini berasal (IBRANI)
Kita juga memiliki petunjuk dari Ibrani 10:32-34 bahwa komunitas gereja ini sedang mengalami penganiayaan bahkan ancaman penjara karena hubungan mereka dengan Yesus, beberapa orang dari komunitas ini meninggalkan Yesus dan mereka pun meninggalkan iman percayanya. Sehingga hal ini menjelaskan tujuan dan struktur surat ini.
Pada pasal pertama ini yang terdiri dari 14 ayat, dibuka dengan pernyataan pada ayat pertama hinnga kedua yaitu " ...Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Hal ini merupakan pembukaan yang sebetulnya mengarah pada Yesus yang telah menebus dosa seluruh umat manusia, kemudian penulis menjelaskan antara posisi Yesus dengan malaikat yang lebih tinggi Yesus. Hal ini memiliki tujuan yaitu untuk meninggikan Yesus sebagai yang paling unggul dari siapapun atau apapun ini menunjukan bahwa Yesus layak menerima semua rasa percaya dan pengabdian, lalu tujuan yang kedua adalah untuk menantang para pembaca agar tetap setia pada Yesus meskipun berada dalam penganiayaan sehingga dalam setiap bagian Penulis memberi peringatan keras untuk tidak pernah meninggalkan Yesus.
Penulis juga menyebutkan bahwa Yesus merupakan "sinar kemuliaan Allah dan Gambar wujud dari sifat Allah yang sama persis", perumpamaan ini memberikan identifikasi sedekat mungkin antara Yesus dan Allah. Jadi Yesus adalah bak cahaya bagi sinar matahari dan seperti cap lilin bagi cincin materai, bagi si penulis ini tidak ada Allah selain Yesus, Yesus adalah Allah yang menjadi manusia sebagai PutraNya.
Komentar
Posting Komentar