SURAT IBRANI 4 AYAT 1-13
IBRANI 4 AYAT 1-13
Musa dan Tanah perjanjian
Penulis berpendapat bahwa Yesus lebih unggul dari Musa yang memimpin bangsa Israel melalui padang gurun dan membangun kemah suci. Yesus juga adalah pemimpin umat Allah, namun di dalam Dia kita melihat bahwa Dia bukan sekadar membangun kemah, tetapi membangun seluruh ciptaan.
Kemudian penulis menceritakan kembali kisah bagaimana Israel memberontak melawan Musa di padang gurun dan mereka kehilangan kesempatan untuk masuk ke tempat perhentian yang Allah tawarkan bagi mereka di tanah perjanjian. Sehinga muncullah peringatan kedua yaitu jika Yesus lebih besar dari Musa seberapa lebih besar taruhannya jika kita memberontak melawan Dia?, kita juga seperti ada dalam sebuah kondisi di padang gurun dimana kita harus percaya kepada Tuhan untuk ketenangan masa depan kita dalam ciptaan baru Allah
Jadi mari kita pastikan bahwa kita tidak memberontak seperti bangsa Israel di padang gurun, dan kehilangan tawaran kasih karunia Allah untuk masuk dalam ciptaan barunya. Yesus telah memberi penjelasan tentang perhentian tersebut dan juga memberikan kita kehendak yang kita miliki, sehingga kita boleh menentukan yang manan yang menjadi pilihan kita. Hasil dari pilihan yang kita pilih sudah tergambarkan dalam sejarah bangsa Israel yang tidak diperbolehkan masuk ke tempat perhentian karena ketidaktaatan mereka pada Tuhan.
Oleh karena itu, kita yang hidup setelah Yesus disalibkan harus menuruti setiap perintah Tuhan supaya tidak binasa melainkan beroleh kehidupan yang kekal di tanah yang sudah Tuhan janjikan pada kita semua manusia.
Komentar
Posting Komentar