SURAT IBRANI 2 AYAT 1-18

 IBRANI 2 AYAT 1-18

Keselamatan yang Besar


    Pada bagian awal penulis membandingkan Yesus dengan malaikat yang mungkin terdengar aneh bagi kita, seperti kenapa harus malaikat?. Dalam tradisi yahudi, diajarkan berdasarkan Ulangan 33:2 bahwa Taurat dan Firman Allah disampaikan kepada Musa di gunung Sinai oleh orang-orang kudus atau malaikat. Jadi dengan berkata bahwa Yesus lebih unggul dari malaikat si penulis menyatakan bahwa Yesus dan pesan kabar baikNya lebih unggul daripada pembawa pesan FirmanNya yang terdahulu. Jadi di sini adalah peringatan pertama mengenai Yesus lebih tinggi dari Malaikat maupun Nabi-nabi, dan betapa luar biasanya Ia menyerahkan status tinggi itu, menjadi manusia untuk menderita dan mati. 

    Kematian Yesus tentu bukan untuk malaikat-malaikat, melainkan untuk keturunan Abraham. Penderitaan maut telah dialami oleh Yesus supaya oleh kasih karunia Allah  Ia mengalami maut bagi semua manusia. Sebab bagi mereka yang takut maut Yesus musnahkan penyebab maut tersebut yaitu iblis, dan karena Yesus telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat  menolong mereka yang dicobai.

    Dalam Yesus kita melihat kemuliaan Allah dan kerendahan hati Allah yang terbesar ketika Yesus rela menggabungkan diriNya dalam nasib tragis umat manusia, ini merupakan titik kunci atas perbuatan penting oleh Allah bagi kita yang tidak luput dari dosa. Oleh karena itu Yesus sebagai Anak Domba Allah adalah satu-satunya korban yang dapat menebus dosa itu selamanya bagi seluruh manusia di bumi sehingga kita dapat berhubungan dengan Allah tanpa terhalang oleh dosa yang telah kita miliki sebelumnya.

    Oleh karena itu jelaslah sudah bahwa posisi Yesus dan Allah adalah sama dan Yesus memiliki posisi yang lebih tinggi daripada malaikat, namun karena Yesus menebus dosa manusia maka Ia harus menjadi manusia yang menjadi sedikit lebih rendah daripada malaikat-malaikat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia

Komentar